technology
Di era globalisasi ini tidak dapat dibayangkan bila hidup tanpa komputer. Saat ini komputer telah menjadi kebutuhan pokok manusia untuk menyelesaikan permasalahannya. Namun betapa bingungnya ketika alat yang telah menjadi andalan manusia untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya tiba-tiba bermasalah. Di akhir tahun 1999 lalu betapa paniknya manusia di dunia ini akibat tidak berfungsinya komputer. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dikeluarkan dana dan daya agar kemungkinan buruk tidak terjadi. Kendati demikian sebagaian besar manusia tetap panik kalau-kalau segala daya-upaya tidak berhasil mengatasi masalah.
Kemajuan teknologi komputer memang sangat membantu manusia. Dengan komputer orang dapat dengan mudah menyelesaikan pekerjaannya seperti: perkantoran, pendidikan, mengakses informasi, berbelanja, bahkan melinting rokok bisa dibantu menggunakan teknologi komputer. Akan tetapi sudahkah teknologi komputer yang begitu membantu manusia dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat? Untuk di negara-negara maju seperti Amerika, pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan "Sudah." Namun di negara berkembang seperti negara kita, masih sangat jauh untuk dijawab dengan kata yang sama. Perbedaan ini diakibatkan oleh daya beli masyarakat yang sangat rendah. Untuk di negara-negara maju disamping daya belinya sudah tinggi, barang serupa itu juga sudah dapat diproduksi di dalam negeri sehingga harganya relatif murah. Sedang di negara yang masih berkembang kedua faktor itu tidak dapat mendukubng pemanfaatan teknologi komputer. Menurut berita yang pernah terdengar hanya ps2 dari penduduk Indonesia yang dapat menikmati teknologi komputer.
Namun ada sekelompok manusia yang tidak dapat menikmati teknologi komputer karena sebab lain. Misalnya karena kecacatannya seperti cacat netra. Komputer yang menampilkan data secara visual tentu saja tidak dapat diakses oleh orang yang cacat pengelihatan. Dengan demikian di satu sisi teknologi komputer berhasil mengangkat derajat manusia, namun di sisi lain membuat sekelompok manusia jadi tertinggal.


